Minggu, 17 januari 1993. Pagi itu, tepatnya pukul 07.30 WIB. Ketika sebagian besar orang sedang beraktifitas di rumah mereka masing-masing, berlibur bersama keluarga, atau sekedar duduk di depan teras rumah mengisi suasana pagi ditemani sebuah koran dan secangkir teh hangat. Sepasang suami istri disibukkan dengan suatu kejadian. Rasa sakit diperut yang tidak tertahan lagi mulai berontak setelah 9 bulan lamanya.
Akhirnya, di sebuah rumah bersalin tak jauh dari rumahnya terlahir seorang bayi kecil berjenis kelamin perempuan. Itulah awal aku menghirup udara dunia. Juga awal cerita kehidupanku.
Karena aku terlahir sebagai seorang bayi perempuan, orang tuaku memberikan nama “Finda Aulia Islaha” untukku. Nama ini adalah sebuah doa kedua orang tuaku dan mempunyai arti orang-orang yang dicintai Allah yang berada pada perdamaian. Harapan kedua orang tuaku adalah agar aku termasuk dalam orang-orang yang selalu dicintai Allah dan yang selalu membawa kepada perdamaian. Semoga doa ini terwujud dan benar adanya. Amin…








